Wacana Menghilangkan atau Mengganti Ujian Nasional (UN) Menjadi (USBN) Ujian Sekolah Berstandar Nasional

Monday, December 5th 2016. | Pendidikan

forumguruindonesi.com – Wacana Menghilangkan atau Mengganti Ujian Nasional (UN) Menjadi (USBN) Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Menteri Mendikbud Muhadjir Effendy telah menyelesaikan evaluasi mengenai sistem (UN) Ujian Nasional. Pada tingkat kementerian telah diputuskan supaya segera untuk mengadakan atau diberlakukan memoratorium (UN) Ujian Nasional. Karena akhir dan hasil evaluasi UN tersebut sudah disampaikan kepada presiden Jokowi dan hanya menunggu persetujuan keputusan Presiden Jokowi untuk menetapkan moratorium tersebut.

Mengganti Ujian Nasional (UN) Menjadi (USBN) Ujian Sekolah Berstandar Nasional

Ujian Nasional (UN) Menjadi (USBN) Ujian Sekolah Berstandar Nasional

Walaupun sudah berada di tangan Presiden, Mendikbud Muhadjir yakin sekali terhadap Presiden Jokowi akan segera merestui usulan moratorium (UN) Ujian Nasional Tersebut. Oleh sebab itu kementerian pendidikan dan kebudayaan sudah mempersiapkan bentuk dan sistem evaluasi sekolah sebagai ganti UN. Ujian Nasional akan dibuat secara desentralisasi untuk daerah-daerah dengan bentuk (USBN) Ujian Sekolah Berstandar Nasional.

Mendikbud sudah memutuskan dan melakukan moratorium Ujian Nasional (UN) ini memang juga sudah menyebabkan beberapa masalah pro dan kontra dalam dunia pendidikan kita. Untuk menyelesaikan dan mematangkan sistem evaluasi untuk mengganti Ujian Nasional tersebut, bagaimana dan apa teknis yang terbaik untuk pelaksanaannya sebagai ganti Ujian Nasional ini.

Berikut adalah wawancara antara salah satu koran dari ibukota dengan (K = Koran, M = Staff Mendikbud) :

K : Anda mengatakan Ujian Nasional akan dibuat secara desentralisasi ke daerah dengan bentuk USBN, penjelasannya bagaimana ?
M : Artinya sebanyak 75 persen soal akan dibuat oleh daerah, yakni oleh guru. Pusat menitipkan 25 persen soal saja yang berstandar nasional.

K : Dalam masa menuju perubahan Ujian Nasional diganti dengan USBN, hal apa saja yang akan dilakukan untuk perubahan tersebut ?

M : Kemendikbud akan menyesuaiakan kebijakan masing-masing daerah terlebih dahulu dengan pusat, yang utama adalah tentang perubahan aturan penyelenggaraan USBN dengan pendidikan (PP nomor 13 tahun 2015), dan juga regulasi penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan (PP nomor 17 tahun 2010). Kemendikbud juga akan memberikan fasilitas untuk setiap penyelenggaraan USBN di tiap daerah, antara lain yaitu pemetaan siswa serta pendidikan non-formal. Selanjutnya juga menyiapkan bahan untuk sosialisasi tentang sistem USBN kepada mereka yang berhubungan dalam dunia pendidikan, juga melakukan pengoptimalan dan revisi anggaran biaya untuk tahun 2017, untuk pembinaan semua sekolah di daerah dan pusat serta pengembangan sistem penilaian masing-masing siswa yang bagus.

K : Berapakah perkiraan biaya untuk persiapan USBN itu ?
M : Kami memperkirakan sekitar 1 triliun rupiah. Anggran tersebut tidak hanya untuk ujiannya saja, akan tetapi juga untuk biaya pengembangan dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas (KKG) Kelompok Kerja Guru dan (MGMP) Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Ada juga untuk pengadaan dan pelatihan komputer atau TIK. Dengan diberlakukannya USBN, harapan kami salah satunya yaitu USBN akan dapat secara terkomputerisasi akan mengurangi sedikit demi sedikit penggunaan kertas.

K : Dengan jumlah satu triliun rupiah tentunya nominal tersebut tidak sedikit alias banyak sekali biaya yang akan dibutuhkan, tentunya anggaran ujian di daerah akan naik, apakah di daerah tidak keberatan dengan sistem seperti itu ?
M : Saya tegaskan sekali lagi, perubahan sistem dai UN menjadi USBN ini tidak akan membebani secara penuh pemerintahan di daerah. Karena pemerintah pusat, telah siap dengan anggarannya untuk daerah. Dan apa saja pos-pos yang dianggarkan, kami masih akan meneliti secara detail. Dan juga usulan moratorium UN yang kami usulkan kepada Presiden Jokowi belum dibahas samasekali dalam rapat terbatas kemarin.

K : Apabila Presiden Jokowi telah memberikan lampu hijau usulan tersebut, sudah sejauh manakah persiapan USBN agar dapat langsung diadakan tahun depan ?
M : Sebenarnya USBN telah selesai persiapan 70%. Apabila dalam rapat terbatas presiden merestui usulan USBN, pokonya kami telah siap dan tinggal menjalankannya. Jika mau soal-soal untuk ujian, semua sudah dapat diambil dari bank soal. Kemendikbud akan secepatnya mengundang pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota untuk sosialisasi perubahan UN menjadi USBN ini.

tags: , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*