SUARA SEKADARNYA TENTANG KMPA UNSOED

Sunday, June 25th 2017. | Pendidikan

SUARA SEKADARNYA TENTANG KMPA UNSOED. Ini adalah sekedar kiriman dari seorang sahabat kampus UNSOED. Silahkan disimak dan dibaca dengan bijak. Saya sendiri lulus tahun 2000 lalu.

Pembuka

Tulisan ini sekadar upaya pembacaan saya terhadap organisasi yang di dasar hukum resminya bernama KMPA Fisip Unsoed. Awalnya karena terusik oleh pernyataan kawan-kawan di Group FB, khususnya menyangkut ”Roh Organisasi” dan ”Sejarah” (lebih jelas lihat di Group FB KMPA).

SUARA SEKADARNYA TENTANG KMPA UNSOED

Sayangnya, karena kesibukan saya sebagai kuli yang juga mesti memikirkan mencari sesuap nasi, tulisan ini sempat terbengkalai beberapa waktu. Sebelum lebih jauh (saya tahu, tulisan ini nantinya akan sangat panjang), terlebih dulu saya akan menggarisbawahi beberapa hal :

1. Tulisan ini merupakan upaya subjektif

Sebagai sebuah upaya subjektif, di dalamnya tentu lekat dengan hal-hal berwarna ”menurut saya”. Karenanya, tak usah terlalu serius. Apa yang saya sampaikan di tulisan ini selalu terbuka untuk digugat atau dipertanyakan. Keuntungannya, akan lebih mudah dalam mempertanggungjawaban – sebab saya tak mengatasnamakan rombongan.

Kelemahannya, ibarat potret, ia hanya secuil bagian dari keutuhan yang barangkali ada. Saya justru berharap ’keutuhan’ itu bisa kita temukan bersama, mungkin ibarat permainan puzzle dimana setiap orang (yang terlibat permainan) bersedia menyampaikan masing-masing keping yang disimpannya.

2. Tulisan ini tak berpretensi menjawab soal

Hanya berusaha memaparkan yang saya rasakan/alami/pahami, yang tak mustahil justru memunculkan persoalan-persoalan baru. Apalagi tulisan ini saya buat ketika saya tak lagi banyak ”terlibat” di KMPA. Tidak terlibatnya saya ini tentu sebuah kerugian sebab saya menjadi kurang paham dinamika terkini. Namun bisa juga menguntungkan, karena untuk beberapa hal, jarak kadang mampu membuat perspektif yang lebih jernih.

Saya akan berusaha membatasi (syukur-syukur bisa total menghindari) berbicara tentang ”ROH” KMPA, terutama ketika ”roh” itu dikaitkan dengan awal mula KMPA. Selain karena saya benar-benar tak paham soal itu, saya pikir untuk soal tersebut ada beberapa kawan yang mestinya lebih punya kapasitas menjelaskannya.

Kalaupun ada hal-hal berbau muasal organisasi yang saya singgung, saya akan membatasinya seputar nilai-nilai atau karakter atau cita-cita atau paling jauh ya… kesadaran. Itu pun sebatas yang memang disebutkan di aturan-aturan tertulis KMPA.

Sejujurnya, saya juga belum punya rumusan yang memadai terkait hal-hal yang saya sebut itu. Tapi untuk memudahkan, saya akan mencoba memberi semacam definisi, yang tentu versi saya.

a. Nilai (atau nilai-nilai) adalah prinsip-prinsip/ukuran yang diyakini, dan/atau yang diperjuangkan dalam laku hidup (konkret) keseharian
b. Cita-cita, sebuah kondisi ataupun kualitas ideal yang ingin diwujudkan/dimanivestasikan
c. Karakter adalah kualitas yang ada (atau diharapkan ada) melekat pada sebuah entitas.
d. Kesadaran adalah pengertian yang lahir dari proses menalar, merenung-pikirkan, memaknai, yang kemudian mendasari sebuah tindakan/aksi.

Jadi kalau nanti saya menyebut nilai, karakter, cita-cita, atau kesadaran, kurang lebih maksud saya adalah sesuai dengan penjelasan umum tersebut.

3. Tulisan ini (mungkin sekali) tak menawarkan hal baru

Esensi yang ada di tulisan ini telah sering saya sampaikan selama berproses. Jadi bagi beberapa orang mungkin saja akan terasa basi/klise. Selain itu, saya menduga, apa yang saya sampaikan dalam tulisan ini sebenarnya telah menjadi bahan pemikiran kawan-kawan juga, hanya saja tak semuanya bersedia menyampaikan.

Anggaplah kali ini saya mencoba gegabah, memberanikan diri menyampaikan apa yang menjadi pemahaman saya, dengan segala keterbatasan yang ada. Sekadar karena keyakinan; gagasan yang tak pernah duji dan dipertanyakan kembali, akan segera mati, membusuk, dan meracuni.

4. Mari (meski sejenak) melupakan prasangka tentang KMPA

Ketika nanti saya (kita) membahas tentang aturan di KMPA, lupakan semua prasangka terkait bagaimana (dulu) aturan itu dibuat. Lupakan pikiran semacam; Kita ini sudah pada tua (pada sudah sarjana bahkan master), ngapain masih memusingkan kalimat-kalimat yang disusun oleh anak-anak muda yang baru lulus SMA ? atau.. Jangan-jangan dulu waktu menyusun aturan, para penyusun itu lagi pada teler ? Atau.. lainnya.

Bermula dari Ketidakpuasan

Muncullah suara sekadarnya tentang KMPA UnSoed ini.

Bermula dari rasa tak puas, atas apa yang saya alami, pikirkan, dan rasakan. Selama saya berproses, dari kawan-kawan yang telah lebih dulu berproses (senior/ALB) terlalu sering saya mendengar pernyataan semacam ini :

– Ini tak sesuai dengan nilai-nilai (ideal) dan azas organisasi, atau…
– Kita harus mentransformasikan (atau menstransfer) nilai-nilai, atau…
– Harus mengingat dan mempertahankan roh KMPA, atau…
– Jangan melupakan sejarah, atau malah..
– Dulu KMPA engga gitu, deh…

Oke, pada awalnya, saya berusaha memahami (tepatnya sok paham) apa yang disampaikan para senior waktu itu, meskipun tak jarang tetap saja bingung. Kebingunan ini beralasan karena rasa-rasanya (bisa jadi hanya perasaan saya saja), tak pernah ada sebuah rumusan yang memudahkan terkait segala yang disebut itu; nilai-nilai, azas, semangat, atau malah roh.

Segalanya lebih mirip jargon, serupa kelatahan menggunakan terminologi-terminologi tingkat tinggi yang – ternyata – malah memusingkan. Akhirnya, karena saya juga bukan orang yang terlalu kritis, saya hanyut juga pada latah yang sama; mari kita transformasikan nilai-nilai KMPA, atau mari sesuaikan dengan azas organisasi.

Baca juga tentang Tips Sukses Blogging Google Adsense.

Tapi ternyata tak selamanya begitu. Ada kalanya, muncul pertanyaan-pertanyaan yang sering pula jadi bahan obrolan saya dengan beberapa kawan dekat seorganisasi, meski mungkin bukan dalam rangkaian ide yang utuh.

Dulu…. ketika kami sering kongkow-kongkow di sekre (lama), atau saat menggelar matras di bawah pohon belimbing/mahoni di depan sekre, atau di kursi kayu teras samping sekre di bawah akasia, atau sering juga di teras kost. Seingat saya, pada masa-masa itu, hampir setiap kali ngobrol (mulainya bisa tentang apa saja) tapi ujung-ujungnya ya… lagi-lagi nyangkut ke soal-soal seputar KMPA. Misalnya :

Kalau bicara tentang ”nilai-nilai ideal”, sebenarnya apa dan bagaimana nilai-nilai yang sering disebut-sebut itu ? Adakah uraian yang selalu bisa dijadikan pegangan (atau malah diperdebatkan) setiap anggota ? Lebih-lebih, bagaimana implementasinya selama ini?

Kalau berbicara tentang ”tak lagi seperti dulu”, memangnya KMPA yang dulu seperti apa? Lebih baikkah? Atau jangan-jangan malah lebih parah? Lantas, bila memang tak seperti dulu lagi, salahkah? Di mana letak salahnya?

Kalau berbicara tentang ”sejarah organisasi”, sejarah yang mana dan seperti apa yang dimaksud ? Adakah dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan dan benar-benar bisa dianggap representatif sebagai rujukan ?

Dan banyak pertanyaan iseng lainnya.

Lebih-lebih, ketika muncul pernyataan tentang ”roh organisasi”. Nah… ini apa lagi, ya? Seingat saya, saya sendiri tak terbiasa menggunakan istilah ”roh” ini dalam pernyataan-pernyataan saya selama saya berproses, meski bukan berarti tak pernah mendengar istilah itu diucapkan. Diam-diam terpikir: Macam mana pula roh KMPA itu ?

Dalam keyakinan yang saya anut, ada sebuah firman dari Tuhan (kepada Rosul-Nya), yang kalau dituliskan intinya begini; ”Kalau ada (umatmu) yang nanya tentang roh, katakan; ’Roh itu urusan Tuhanku, dan manusia tak dikaruniai pengetahuan, kecuali sedikit’”.

Pikiran iseng saya; Jangan-jangan, di KMPA, ketika seseorang menyebut tentang ”roh organisasi”, maka akan berlaku hukum yang kurang lebih sama (berikut segala modifikasinya) dengan firman yang saya sebut tadi, misalnya: ”Roh itu urusanku, dan terserah menuruku, terserah apa mauku, dan kamu engga perlu tahu kecuali sedikit”.

Maaf bila bahasa saya agak terasa menyebalkan, tapi memang begitulah yang terlintas di pikiran. Maksud saya sederhana saja: bila memang ada, ya.. sampaikan atau tunjukkan. Bila memang tak ada, ya jangan sok diada-adakan.

Baca kelanjutan dari suara sekadarnya tentang KMPA UnSoed pada artikel selanjutnya di sini. Terimakasih.

tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*