Kalau Ingin Kaya Jangan Jadi PNS

Tuesday, May 16th 2017. | Ekonomi

Kalau Ingin Kaya Jangan Jadi PNS. Ini adalah kisahku, kisah admin blog informasi dunia pendidikan ini. Mulai sekolah hingga bekerja dan berkeluarga. Mari disimak dan diambil hikmahnya saja.

Kalau Ingin Kaya Jangan Jadi PNS

Saya lahir dari seorang ibu bernama Jumirah dan ayah saya bernama Sudarjo. Ekonomi keluarga yang masih seadanya. Karena ibu saya serabutan tidak bekerja tetap dan ayah saya hobi berburu burung jarang di rumah saat itu.

(Aplikasi cetak kartu pelajar)

Saya lulus TK Umar Fatonah (B) di desa Wonoyoso, kecamatan Pringapus tahun 1990. Ketika masuk TK umur saya hampir 8 tahun, agak telat memang. Kondisi di desa yang masih alami dan jauh dari keramaian.

Dari TK Umar Fatonah saya melanjutkan sekolah di SDN Wonoyoso 2 (Saat ini sudah digabung menjadi SDN Wonoyoso, gabungan dari SD 1 dan SD 2) yang memang semuanya berdampingan tembok sekolah.

Selama 6 tahun di SDN Wonoyoso alhamdulillah rangking 1 dan 2 tidak pernah lepas dan silih berganti. Pernah terpilih mewakili lomba cerdas cermat tingkat kecamatan saja.

Lulus SDN Wonoyoso tahun 1996 dan langsung masuk di SLTP N 02 Klepu (Saat ini SMPN 1 Pringapus). Sejak kelas 1 hingga kelas 3 di SMP N 1 Pringapus juga tidak pernah lepas dari rangking 1 dan 2.

Tahun 1996 dan 1997 saya masih usia SMP dan aktif sekolah. Saya ikut kursus komputer di PAT ungaran (STEKOM). Disinilah saya mulai mendalami ilmu komputer.

Di SMP N 1 Pringapus pernah ikut tim bola basket dan pernah juga mendapatkan bantuan beasiswa kabupaten. Beasiswa tersebut saya kumpulkan untuk melanjutkan sekolah di SMU N 1 Ungaran (SMA N 1 Ungaran) kabupaten Semarang.

Selama 3 tahun menimba ilmu di SMA N 1 Ungaran juga tidak pernah lepas dari peringkat 10 besar. Saya memilih jurusan IPS ketika kelas 3.

(Cara jitu input nilai rapor dapodik 2017c)

Lulus SMA tahun 2001/2 saya tidak dapat meneruskan pendidikan ke universitas. Karena di saat bersamaan adik saya masuk SMA dan ayah saya di PHK dari pekerjaaannya sejak tahun 1999.

Saya ikut bekerja kakak saya yang berprofesi sebagai sopir truck dan saya keneknya. Muat dan bongkar pasir dari gunung Merapi sudah biasa saya lakukan. Terkadang juga angkut sampah dari beberapa perusahaan garment.

Selama hampir 2 tahun saya menjalani pekerjaan sebagai kenek truck. Di tahun 2005 pertamakali saya mendaftar dan diterima sebagai karyawan di PT HESED Indonesia, sebuah perusahaan garment yang sangat kacau balau ketika itu.

Di pabrik inilah saya mengenal sosok seorang cewek yang akhirnya menjadi ibu dari anakkku. Namanya Miyem Supriyati, S.Sos. Awalnya memang saya minder dengan dia karena umurnya lebih tua 7 tahun dari saya dan pendidikannya yang sudah S1.

Tahun 2005 saya memberanikan diri untuk melamarnya dan diterima. Anak pertama lahir tahun 2006, Yosie Andrea Rizky. Saat ini saya tulis, anak saya masih kelas 6 SD Wonoyoso dan ikut menjadi salah satu pemain utama di SSB APAC INTI Ungaran KU-2006.

Selama berkeluarga saya keluar dari pabrik garment tersebut. Pernah juga masuk dan keluar di beberapa pabrik garment lainnya. Mengawasi anak dan membuka konter pulsa di samping rumah (pulsa, servis hp dan komputer, cetak foto).

Alhamdulillah lancar dan dapat menabung dari usaha konter hp. Hingga saya kuliah di USM mengambil jurusan TIK tahun 2009 akhir. Mulai dari kampus USM ini kegiatan blogging atau internet marketing saya mulai lagi.

Dengan beberapa teman dan dosen yang sering sharing ilmu satu sama lainnya. Saya semakin bersemangat untuk menekuni blogging. Ikut belajar seminar di beberapa tempat, ikut daftar sekolah blogging online.

Pernah juga menekuni dunia trading forex selama 2 tahun lebih dikit, yang akhirnya saya tinggalkan hingga sekarang.

Perlu diingat bahwa saya sejak sekolah di SMPN 1 Pringapus kelas 2 saat itu saya sudah bekerja sebagai tenaga honorer penjaga malam. Hingga mengikuti tes CPNS beberapa kali dan tidak lolos.

Pada tahun 2014 kemaring saya ikut tes CPNS dan lolos bersama beberapa teman dari SMPN 1 Pringapus ini. Namun ternyata bekerja sebagai CPNS tidak seenak dan semudah yang saya bayangkan.

(Batas waktu PIP 2017)

Dengan banyaknya tanggungjawab dan tugas pekerjaan yang tidak seimbang dengan gaji yang diberikan oleh negara. Jumlahnya masih jauh dari pendapatan teman saya yang pengangguran fokus sebagai blogger.

Pendapatannya paling sedikit perbulan Rp160.0000.000,- hinggga tertinggi pernah gajian Rp.1.400.000.000,- hanya dari membuat beberapa website.

Itulah yang membuat saya berfikir kenapa tidak resign saja dari status PNS. Ketika saya siap resign dari PNS dan fokus di dunia internet marketing, khususnya blogging.

Itulah kenapa bapak ibu kalau ingin kaya jangan jadi PNS atau abdi negara, kecuali pejabat yang suka korupsi di sana.

Harus yakin dengan usaha yang kita geluti dan fokus mengerjakannya, sehingga hasilnya nanti juga manis.

Masih banyak sekali jalan menuju Mekkah. Mari kita menuju bebas finansial dari usaha dan ketekunan kita, bukan dari bekerja sebagai PNS.

Passion, hobi, istri kedua saya adalah komputer dan internet. Insyaallah gusti Ngijabahi doa dan niat saya ini. Resign dari PNS ketika penghasilan dari blogging saya nantinya minimal US$5000 setiap bulan.

Dalam dunia blogging, penghasilan US$5000 per bulan adalah mungkin saja ketika niat disertai doa dan usaha yang tekun.

(Honorer K2 Tajir)

Karena sudah terlalu pagi bapak ibu, cerita kisah saya akan dilanjutkan pada kesempatan lainnya. Terimakasih dan salam sukses dunia pendidikan Indonesia. Jadi, kalau memang bapak ibu ingin kaya dunia akherat sebaiknya jangan bercita-cita atau menjadi PNS.

Tetap pada topik kalau ingin kaya jangan jadi PNS yang memang sedang jadi trending topik ini, akan saya tulis kembali pada artikel selanjutnya.

tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*