DEMI KEADILAN !!! BESARAN TPG atau TUNJANGAN PROFESI GURU SETIAP GURU AKAN DIUBAH

Tuesday, November 29th 2016. | Ekonomi

forumguruindonesia.com – DEMI KEADILAN !!! BESARAN TPG atau TUNJANGAN PROFESI GURU SETIAP GURU AKAN DIUBAH. Ini merupakan rencana dari Mendikbud Muhadjir Efendy untuk menciptakan keadilan bagi penerima TPG (Tunjangan Profesi Guru). Untuk Lebih Jelasnya mari silahkan simak perubahan yang akan dilakukan oleh MENDIKBUD tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bapak Muhadjir Effendy melihat perlunya untuk memperbaiki dan merubah sistem pemberian (TPG) Tunjangan Profesi Guru. Saat ini skema pembayaran Tunjangan Profesi Guru masih sejumlah 1x gaji pokok untuk semua guru di Indonesia ini, dan menurutnya hal tersebut masih jauh dari rasa keadilan. Menurutnya dalam waktu yang tidak akan lama ini, akan dilakukan perubahan dalam urusan pembayaran besaran TPG tersebut.

Menurut Menteri Muhadjir, seharusnya ada faktor penilaian atau koefisien tertentu dalam sistem pembayaran Tunjangan Profesi Guru. Sehingga diharapkan setiap guru bisa memperoleh Tunjangan Profesi Guru dengan nominal yang berbeda-beda, karena akan disesuaikan dengan beban kinerja dan faktor lainnya. “Kalau tidak diatur kembali memang rasanya kurang adil. Yang tua-muda, yang sakit dan sehat akan dapat sama saja (besar TPG-nya, red),” katanya di Jakarta, kemarin.

DEMI KEADILAN !!! BESARAN TPG atau TUNJANGAN PROFESI GURU SETIAP GURU AKAN DIUBAH

DEMI KEADILAN !!! BESARAN TPG atau TUNJANGAN PROFESI GURU SETIAP GURU AKAN DIUBAH

Menteri Muhadjir mengatakan, dengan adanya pembedaan besaran jumlah nominal TPG menurut kinerja dan faktor lainnya itu, akan dapat memicu semua guru untuk dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta kompetensinya. Sedangkan apabila Tunjangan Profesi Guru yang diterima semua guru diberikan secara pukul rata seperti yang berlangsung saat ini, akan dapat mengurangi serta minimnya keinginan bapak ibu guru untuk lebih meningkatkan kompetensi sesuai tugas pokoknya. Hal ini sering disinggung oleh Menteri Muhadjir setiap kali melakukan kunjungan kerja di beberapa tempat.

Bahkan Menteri Muhadjir mempunyai ide, bagaimana kalau tidak semua guru bersertifikat itu secara otomatis mendapatkan Tunjangan Profesi Guru. Mungkin dengan cara seperti ini, bapak ibu guru yang mempunyai pangkat penata atau pembina akan merasa terpacu guna mencapai pangkat pembina utama agar mendapatkan Tunjangan Profesi Guru. “Mungkin saja guru dengan pangkat golongan utama yang berhak mendapatkan TPG,” tandasnya.

Menurut Menteri Muhadjir, perubahan pada sistem pencairan Tunjangan Profesi Guru itu sekaligus dapat mengurangi dan menghemat keuangan negara. Sekarang ini memang lebih dari Rp69 triliun setiap tahunnya uang negara Indonesia menipis sekali buat membayar TPG/Tunjangan Profesi Guru. Dan dilihat dari pendidikan secara umum nasional belum begitu ada peningkatan yang signifikan. Bahkan ketika di adakan uji kompetensi guru, nilai bapak ibu guru banyak sekali yang kurang memuaskan atau di bawah grade yang sudah ditentukan. Banyak sekali nilai rata-rata bapak / ibu guru dalam uji kompetensi guru hanya sekitar 40-70 poin dari nilai batas maksimal 100 poin.

Disamping itu Dirjen (GTK) Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengemukakan, sebenarnya telah disiapkan segalan keperluan dan peralatan untuk menilai kinerja guru. Hingga akan dapat diketahui seberapa tinggi kinerja bapak/ibu guru. Karena nilai kinerja guru tersebut akan dapat digunakan untuk menentukan besaran TPG yang akan diterima. “Semua ini demi kualitas pendidikan,” jelas dia.

Sedangkan Sekjen (FSGI) Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Listyarti berharap Kemendikbud tidak sera merta mengambil keputusan yang dianggap mereka strategis. Karena bagi mereka, pembayaran TPG (Tunjangan Profesi Guru) sangatlah strategis dan sensitif. Retno Listyarti berharap Kemendikbud dapat secepatnya berkoordinasi dengan organisasi-organisasi guru. “Apalagi menyangkut jutaan orang guru,” jelasnya.

Menyinggung soal peningkatan profesi dan kompetensi bapak ibu guru, Retno Listyarti mendukungnya. Dia menginginkan Kemendikbud mempunyai program yang baik dan tepat guna pembinaan dan uji kinerja serta kompetensi guru. Janganlah langsung memberikan sanksi lebih dulu, sebelum adanya sebuah sistem pembinaan guru yang baik dan berkelanjutan.

tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*